Indonesia Butuh Banyak SDM IT Cyber Security

Kalangan industri di Indonesia khususnya yang telah menggunakan Sistem Informasi, membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai Cyber Security atau keamanan informasi. Sayangnya, kebutuhan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan SDM yang ada. Rico Rahmadi dari Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengatakan, perkembangan teknologi komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan jaringan informasi di Indonesia sangat pesat.

" Banyak industri, seperti perbankan sudah menggunakan sistem dan jaringan informasi. Untuk menjaga agar sistem tersebut tidak dibobol, harus ada SDM yang menguasai sistem keamanan informasi atau cyber security," jelasnya di sela-sela kompetisi tingkat nasional Indonesian Cyber Army 2012 yang berlangsung di Universitas Potensi Utama, Selasa 16 Oktober 2012.

Tingginya kebutuhan SDM cyber security ini didorong atas kenyataan bahwa tingkat kejahatan di dunia maya atau cyber crime di Indonesia sudah mencapai tahap memprihatinkan. Misalnya saja, ada perusahaan yang sistem informasinya mendapat serangan dari hacker sehingga tidak berfungsi. Akibat matinya sistem, perusahaan mengalami kerugian hingga miliaran.

Begitu juga dengan yang dialami perorangan yang menjadi korban penipuan online. Melihat kondisi tersebut, banyak perusahaan yang saat ini memiliki SDM khusus yang menangani keamanan informasi. "Sayangnya pasokan SDM ini masih terbatas. Salah satu kendalanya adalah belum ada perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi tentang cyber security atau minimal memiliki mata kuliah. Umumnya ini dipelajari secara otodidak," jelasnya.

Rico berharap, melalui Kontes Indonesian Cyber Army 2012 yang diikuti 20 tim dengan 58 Mahasiswa dari seluruh Indonesia, dapat menjadi langkah untuk mengembangkan pendidikan di bidang Cyber Security dan dapat dipergunakan nantinya sebaik mungkin oleh para pesertanya.

Sementara Rektor Universitas Potensi Utama Rika Rosnelly menyambut baik kontes tingkat nasional tersebut. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan potensi yang dimiliki peserta, khususnya dalam Cyber Security. Sebab, kompetisi ini tidak hanya memenuhi unsur permainan, namun juga edukasi dalam bidang keamanan computer yang nantinya bisa dipergunakan di Perguruan Tinggi.

Ketua Panitia Agus Setiawan mengatakan, kompetisi yang berlangsung dari tanggal 16-18 Oktober ini diharapkan mampu mendorong minat generasi muda untuk mempelajari jaringan keamanan (Cyber Security). "Tercatat peserta terjauh yang berpartisipasi berasal dari Kupang, Makassar, Manado dan Denpasar. Kompetisi yang diadakan adalah capture the flag dan investigation forensic games," jelasnya.

Salah Seorang Mahasiswa Universitas Potensi Utama yang mengikuti Kompetisi Cyber Army 2012 berharap Perguruan Tinggi yang menyediakan Pendidikan Cyber Security yang saat ini sudah semakin dibutuhkan.

Adapun yang menjadi pemenang Kompetisi Cyber Army 2012 adalah sebagai berikut :

CTF :

1. Bina Darma University
2. Universitas Indonesia
3. Universitas Stikubank

FORENSIC :

1. STIKOM Bali
2. Universitas Islam Indonesia
3. Universitas Indonesia

Leave us a Comment