Pemerintah Buka Akses Internet Hingga ke Pelosok

Pemerintah bekerjasama dengan operator telekomunikasi akan membuka akses internet hingga ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas masyarakat, pembukaan akses internet ini juga untuk mengatasi kesenjangan di bidang pendidikan, baik antar propinsi maupun dalam propinsi. Ashwin Sasongko dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat di Indonesia, hingga ke desa-desa terpencil, dapat terkoneksi dengan jaringan internet.

"Jika masyarakat sudah terkoneksi, mereka dapat mengakses informasi dari sumber yang sama. Termasuk mengakses fasilitas E-learning untuk bidang pendidikan," jelasnya kepada wartawan disela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2012 di Medan, Jumat (19/10).

Ashwin menyebutkan, pengembangan jaringan internet hingga pelosok daerah ini juga untuk meminimalisir terjadinya kesenjangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan kesenjangan sosial ekonomi. Sebab, melalui jaringan internet, masyarakat dapat mencari informasi penting untuk meningkatkan kapabilitas dirinya.

"Oleh karena itu, Kominfo terus melakukan sosialisasi agar masyarakat menggunakan jaringan internet untuk mendukung aktivitas produktif, bukan untuk hal negatif. Kita terus melakukan pemberdayaan terhadap hal itu," jelasnya.

Sebelumnya, dalam Rakornas yang diadakan APTIKOM bekerjasama dengan Universitas Potensi Utama tersebut, Sesditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar mengatakan, ada tiga tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara yang bersiap menjadi negara maju.

Tantangan tersebut adalah meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) yang saat ini masih tergolong rendah, bahkan di tingkat Asean.

Kedua, mengatasi kesenjangan pendidikan tinggi, baik antar propinsi maupun dalam propinsi. Hal ini memunculkan tantangan ketiga yakni kesenjangan sosial ekonomi. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk mengatasi ketiga tantangan tersebut serta menghilangkan kesejangan yang ada.

"Pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat yang tergolong tidak mampu, memperoleh akses pendidikan. Program bantuan pendidikan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu upaya tersebut," jelasnya.

Ketua Umum APTIKOM Prof Richardus Eko Indrajit mengatakan, Rakornas APTIKOM yang berlangsung tersebut membahas sebanyak 45 materi yang terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni kebijakan nasional, pengelolaan organisasi dan inisiatif yang ingin dikembangkan.

Ketua Panitia Roslina, MIT mengatakan, Rakornas APTIKOM diikuti sekitar 450 peserta dari berbagai perguruan tinggi informatika dan komputer di seluruh Indonesia, termasuk dari Universitas Potensi Utama.

Leave us a Comment