Beasiswa Bidikmisi

BIDIKMISI

 

Beasiswa Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Beasiswa Bidikmisi merupakan program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010. Perguruan Tinggi yang mendapat bantuan Bidikmisi yaitu perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah menjadi 30.000 di 117 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dengan adanya tambahan anggaran dari APBN - Perubahan. Pada tahun 2012  Bidikmisi dilanjutkan dikembangkan menjadi 30.000 calon mahasiswa penerima yang diselenggarakan di 87 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dibawah Kemdikbud dan program Bidikmisi yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Persyaratan Calon Penerima Beasiswa :

  • Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat
  • Lulusan 2 tahun terakhir yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing – masing perguruan tinggi
  • Usia Paling Tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
  • Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut :

-  Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali (suami/istri) sebesar-besarnya Rp. 3.000.000 per bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata – rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir.

-   Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp. 750.000 setiap bulannya.

  • Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  • Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasi sekolah
  • Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS seperti PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (Satu) PTS.
  • Fotocopy Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif
  • Fotocopy Rapor semester 1 s.d 5 yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah
  • Surat Keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler yang disahkan (Legalisasi) oleh kepala Sekolah
  • Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Kepala Dusun/instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy Rekening Listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali-nya (apabila mempunyai bukti pembayaran).

Leave us a Comment