UPU Komit Tingkatkan Mutu

Monitoring Dan Evaluasi-1Monitoring dan evaluasi di Universitas Potensi Utama (UPU) memegang peran yang sangat penting, hal ini sesuai dengan tugas pokok yang diemban Bagian Monitoring dan Evaluasi, yaitu melakukan peninjauan kurikulum, monitoring kesesuaian proses belajar mengajar dan melakukan monitoring terhadap soal ujian yang diberikan oleh dosen. Menurut Kabag Monitoring dan Evaluasi di UPU Evri Ekadiansyah, M.Kom, hal ini sesuai dengan komitmen UPU untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa.

"Di dalam melakukan peninjauan kurikulum bagian monitoring dan evaluasi menjalankan fungsi dan tugasnya dengan melakukan monitoring untuk melihat apakah kurikulum yang berjalan masih sesuai dengan kebutuhan stakehoder (industri), perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana didalam melakukan peninjauan kurikulum ini nanti akan melibatkan pihak stakeholder untuk mendapatkan masukan-masukan dalam menyusun kurikulum yang akan ditinjau ulang," katanya. Dikatakan Evri Ekadiansyah, UPU sudah mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam melakukan penyusunan kurikulum. KKNI merupakan kerangka acuan minimal yang menjadi ukuran, pengakuan penjenjangan pendidikan yang dilakukan. KKNI juga disebut sebagai kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Dimana perspektif KKNI, setiap program studi diharuskan memperjelas 'profil lulusan' yang diharapkan melalui kegiatan pelacakan studi, studi kelayakan dan analisis kebutuhan dimasyarakat. Profil lulusan mencerminkan kemampuan minimal yang harus dikuasai mahasiswa setelah lulus yang merujuk pada empat aspek kebutuhan (1) sikap (attitude), (2) bidang kemampuan kerja, (3) pengetahuan, dan (4) manajerial dan tanggungjawab. Keempat kemampuan kemudian harus dijabarkan kedalam sebuah capaian pembelajaran (learning outcome) pada setiap mata kuliah di program studi. Sehingga nantinya, semua perencanaan pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Semester (RPS) harus didasarkan pada capaian pembelajaran (Learning Outcome) yang sesuai dengan kebutuhan profil lulusan.

"Alhamdulillah, semua program studi yang ada di UPU, kurikulumnya sudah mengacu ke Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) hal ini dapat dilihat dengan jelasnya profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, kurikulum serta rencana pembelajaran semester di setiap program studi yang terdapat di Universitas Potensi Utama," sebut Evvri. Kemudian, bagian Monitoring dan Evaluasi melakukan monitoring terhadap kesesuaian Proses Belajar Mengajar (PBM), dimana di dalam melakukan monitoring ini bagian monitoring dan evaluasi melihat kesesuaian materi yang diajarkan oleh dosen pengajar dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sudah diberikan. "Hal ini dilakukan untuk menjaga agar target pencapaian yang sudah disusun dalam dokumen capaian, pembelajaran dapat tercapai sehingga nantinya lulusan UPU mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)", jelas Evri.

Selain melakukan monitoring terhadap Proses Belajar Mengajar (PBM), urai Evri lagi, bagian monitoring dan evaluasi juga melakukan monitoring terhadap soal ujian yang dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah. Ini juga dilakukan untuk melihat kesesuaian antara materi yang diajarkan dengan soal ujian yang diberikan oleh dosen pengampu, hal ini dilakukan juga untuk menjaga agar tercapai  target pencapaian yang baik.

Leave us a Comment