Psikologi UPU Mengadakan Dialog Interaktif Dampak Game Online

Dialog Interaktif-okSeiring perkembangan zaman, game online saat ini merupakan game yang paling banyak diminati dalam dunia maya, sebagian besar dampak dari game online terhadap sosial pemainnya ternyata dapat mendorong terjadinya interaksi sosial di dunia virtual. Game online sendiri banyak diminati dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Disamping fungsinya sebagai media untuk refreshing, game online berdampak pada psikologis penggunanya, terutama bagi anak-anak.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Program Studi Psikologi Universitas Potensi Utama mengadakan kegiatan Dialog Interaktif Dosen dan Mahasiswa Psikologi Universitas Potensi Utama dengan tema "Dampak Game Online bagi Anak dan Remaja". Dalam dialog ini terdiri dari dua narasumber yakni audiens dari mahasiswa-mahasiswi Psikologi dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi UPU ibu Dwi Rahmalia, M.Psi. Zuraida mengatakan bahwa anak-anak menjadi kecanduan bermain game disebabkan karena awalnya dimulai dari rasa ingin tahu dan juga adanya pengaruh ajakan dari teman-temannya lalu perasaan penasaran itu muncul, kemudian timbul rasa nyaman ketika bermain game online yang pada akhirnya menjadi kecanduan bagi pemainnya.

Kecanduan game online ini memiliki dampak bagi psikologis anak. Jika anak bermain game dengan bijak, tentu tidak akan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perkembangan anak. Mahasiswa Psikologi UPU sangat antusias mengikuti dialog interaktif ini dimana ada mahasiswa yang pro dan kontra terhadap dampak game online tersebut. Zuraida menjelaskan bahwa game online dapat berdampak positif seperti menghilangkan kepenatan, melatih memecahkan masalah dengan menggunakan analisa, melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian dan konsentrasi pemainnya, melatih kemampuan untuk mengatur sistematis kerja untuk mencapai tujuan, mengembangkan kecepatan reaksi dan persepsi audio visual, melatih mengembangkan kesabaran dan ketekunan dan melatih mengembangkan imajinasi dan kreativitas berfikir secara lebih luas.

Dampak negatif bagi pemainnya, apabila game online dimainkan dengan waktu yang berlebihan maka kan menurunkan kesehatan pemain, menimbukan kemalasan dan tindakan kriminal, serta dapat membuat pemainnya menjadi lupa waktu, lupa belajar, lupa tugas dan lupa tanggung jawab, dapat membuat pemainnya tidak produktif karena waktunya habis digunakan untuk bermain game online, selain itu dapat meningkatkan sikap agresivitas pemainnya, karena terpengaruh dengan aksi-aksi kekerasan yang dilihatnya, yang lebih parah lagi menyebabkan anti sosial karena lebih memilih bermain game daripada berkumpul dengan kelompok sosialnya.

Contohnya game online yang lagi fenomena saat ini seperti Pokemon Go. Dampak game online Pokemon Go memaksa gamer bergerak kesana kesini sambil terus berkutat dengan ponselnya, mengeplorasi sekitas mereka, tanpa disadari mereka diajak berolahraga. Namun jika sampai lupa diri gamer malah akan mengundang masalah bahkan bahaya seperti kecelakaan. Dian seorang gamer menjelaskan bahwa dengan bermain game online dapat melatih ketangkasan, kecerdasan dan berlatih menghadapi masalah.

Di penghujung acara para narasumber memberikan saran yang ditujukan untuk generasi muda, jadi perlu adanya peran orang tua untuk mendampingi dan mengawasi anak ketika bermain game. Orang tua juga harus mengontrol batasan-batasan waktu agar anak tidak berlebihan bermain game agar terhindar atau menjauhi dampak negatif dari game online tersebut ujar Zuraida, sedangkan Dian berpesan bahwa jadilah gamers yang bijak dalam penggunaan waktu dan kalau memang ingin dijadikan profesi maka jadilah gamer yang profesional. Dialog interaktif ini dapat di saksikan di channel youtube Psikologi UPU.

 

Leave us a Comment