Buka Wawasan, Prodi Perbankan Syariah FEB UPU Gelar Student Visit ke Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sumut

Medan, 27 Januari 2026 – Mahasiswa semester 3 dan 5 Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Potensi Utama (UPU) melaksanakan kegiatan Student Visit ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari proses perkuliahan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang praktik pengawasan dan regulasi industri keuangan syariah di Indonesia.

Kunjungan akademik ini diterima langsung oleh jajaran pimpinan OJK Medan. Turut hadir mendampingi mahasiswa, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPU, Bapak Alim Murtani, M.A., beserta sejumlah dosen pembimbing dari FEB UPU.

Acara diawali dengan sambutan pembukaan dan arahan dari Bapak Yusri, selaku Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran OJK dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap industri jasa keuangan, termasuk perbankan syariah, serta menyambut baik inisiatif kolaborasi antara dunia akademik dan regulator.

Selanjutnya, mahasiswa mendapat paparan materi dari para narasumber kompeten OJK, yaitu:

  1. Bapak Lincoln (Manajer Senior Divisi Layanan Manajemen Strategis)
  2. Bapak Ryan Novrian (Manajer Senior Divisi Pengawasan LJK 1)
  3. Ibu Firlita Oktandari (Asisten Manajer Divisi Pengawasan LJK 1)
Materi yang disampaikan meliputi berbagai peran strategis OJK, mulai dari fungsi pengawasan terhadap Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pengelolaan layanan strategis, hingga pentingnya edukasi dan perlindungan konsumen dalam sistem keuangan syariah yang berkelanjutan dan beretika.

Dekan FEB UPU, Bapak Alim Murtani, M.A., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK Medan atas kesediaan menerima dan berbagi ilmu dengan civitas akademika UPU.
Kunjungan ini bukan sekadar study tour, tetapi merupakan mata rantai yang menghubungkan teori di kelas dengan realitas di lapangan. Melihat langsung dan berdialog dengan regulator memberikan perspektif yang sangat berharga bagi calon-calon profesional perbankan syariah masa depan.” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diisi dengan sesi tanya jawab yang dinamis, dimana mahasiswa sangat antusias mengajukan pertanyaan seputar tantangan, prospek, dan mekanisme pengawasan perbankan syariah di era digital.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi Perbankan Syariah FEB UPU tidak hanya mendapatkan wawasan teknis-regulasi, tetapi juga semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan industri keuangan syariah yang sehat, kompetitif, dan sesuai dengan prinsip syariah di Indonesia.