Berita

MAHASISWA HI POTENSI UTAMA MENGGALANG AKSI PEDULI BENCANA PALU

Mahasiswa program studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Potensi Utama menggelar penggalangan dana untuk membantu meringankan beban korban gempa dan tsunami di Palu,Sigi dan Donggala.

Kegiatan yang telah berlangsung sejak tanggal 11 hingga 14 Oktober 2018 ini dilakukan di beberapa titik fasilitas umum, seperti pengguna kendaraan bermotor di Jl. Gatot Subroto, Jl.Balai Kota Kesawan, dan Jl.Krakatau, Medan. Selain itu, penggalangan dana juga dilaksanakan di Komplek  MMTC Jl.William Iskandar, Percut Sei Tuan dan Lapangan Merdeka di Jl.Balai Kota, Merdeka Walk, Medan.

Ketua Korps Mahasiswa HI Potensi Utama mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang terdampak dan menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala. “Kami selaku mahasiswa yang tanggung jawabnya sebagai agent of change merasa harus turut andil dalam membantu saudara-saudara yang ada di daerah Sulawesi Tengah”.

Kaprodi HI Potensi Utama juga turut memuji aksi peduli bencana yang di lakukan Korps Mahasiswa HI, “Mereka melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa Palu, Donggala dan Sigi di beberapa titik strategis di Kota Medan dan Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Muh. Novan Prasetya.

Penanggulang bencana bila di bahas dalam Ilmu Hubungan Internasional masuk kedalam Studi Diplomasi Bencana, yang memaknai bencana sebagai sebuah instrumen yang penting untuk memperjuangkan kepentingan politik seperti perdamaian, kepentingan ekonomi seperti kolaborasi kerjasama ekonomi antar negara secara lebih intensif, atau kepentingan sosial budaya untuk membangun komunitas humanis dan berkeadaban. Fenomena bencana alam jika difahami dalam perspektif positif, justru dapat memberikan nilai tambah yang sangat besar untuk menyelesaikan berbagai problem kemanusian yang selama ini tak terpecahkan melalui diplomasi politik maupun ekonomi yang seringkali berwatak distributif, menang dan kalah. Melalui pengalaman Indonesia, diplomasi bencana dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik yang berlarutlarut. Selain itu diplomasi bencana juga dapat Digunakan untuk mengembangkan kerjasama internasional lainnya seperti sister city, sister province dll.

Author: Ade Arya Yunisa (KOMAHI UPU).