Penguatan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Risiko dalam Mendukung Budaya Mutu Perguruan Tinggi
Medan, 4 Februari 2026 – Dalam upaya konsolidasi dan penguatan tata kelola perguruan tinggi, Universitas Potensi Utama (UPU) Medan menyelenggarakan kegiatan Penguatan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Risiko. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (3-4 Februari 2026), ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan perwakilan unit kerja di lingkungan UPU, bertempat di Aula Gedung B kampus setempat.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, di antaranya perwakilan dari Ketua Lembaga LLDikti Wilayah I beserta fasilitator, Ketua Yayasan, Rektor UPU, seluruh Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Pimpinan Unit Pelaksana Program Studi (UPPS), serta sejumlah staf dan pegawai. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif universitas dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Potensi Utama yang diwakilan oleh wakil rektor I bidang akademik Ibu Lili Tanti menekankan bahwa penguatan SPMI dan AMI bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan jantung dari peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. “Implementasi yang efektif dan berbasis risiko akan memandu kita untuk lebih proaktif, fokus pada area yang paling kritis, dan mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai mutu yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber kompeten dari LLDikti Wilayah I ini bertujuan untuk:
- Memperdalam pemahaman tentang konsep dan mekanisme SPMI serta AMI berbasis risiko.
- Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penjaminan mutu internal.
- Menyusun strategi untuk mengintegrasikan prinsip manajemen risiko ke dalam siklus penjaminan mutu (PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
- Memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan budaya mutu yang tertanam dalam setiap proses akademik dan non-akademik.
Fasilitator dari LLDikti Wilayah I menyampaikan bahwa pendekatan berbasis risiko dalam AMI memungkinkan perguruan tinggi untuk lebih efisien dan efektif. “Audit tidak lagi bersifat seragam, tetapi difokuskan pada area dengan risiko tinggi terhadap pencapaian standar mutu. Hal ini membuat proses penjaminan mutu lebih tajam, relevan, dan berdampak langsung pada peningkatan,” jelasnya.
Melalui workshop dan diskusi intensif, para peserta yang terdiri dari pimpinan universitas hingga level program studi melakukan penajaman terhadap instrument audit, identifikasi risiko, serta penyusunan rencana aksi perbaikan yang lebih terukur.
Wakil Rektor I Bidang Akademik menyatakan bahwa output dari kegiatan ini akan langsung diimplementasikan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana mutu tahunan. “Pemahaman yang menyeluruh ini akan diterjemahkan ke dalam action plan di setiap unit, sehingga proses penjaminan mutu benar-benar hidup dan menjadi bagian dari budaya kerja kita,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Universitas Potensi Utama dalam memperkuat fondasi mutu internalnya. Diharapkan, seluruh sivitas akademika UPU dapat konsisten dan berkelanjutan dalam menerapkan SPMI dan AMI berbasis risiko. Hal ini sejalan dengan upaya universitas untuk tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), tetapi juga menuju tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu yang berkelanjutan, demi mewujudkan visi menjadi universitas unggul dan berdaya saing di tingkat regional.



