Melalui Short Diplomatic Course dan Table Manner Prodi HI Latih Mahasiswa Jadi Calon Diplomat

tablemenner

 

Pada tanggal 20 Juli 2019, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) kembali menggelar acara Short Diplomatic Course ( SDC ) di Universitas Potensi Utama. Acara SDC tersebut menggusung tema “Combating Transnational Crimes : Illegal Drugs and Human Trafficking” . Para delegasi dilatih cara berdiplomasi kemudian memberikan solusi terkait isu Obat obatan terlarang dan Perdagangan manusia. Adapun nama nama delegasi yang mengikuti SDC pada tahun 2019 adalah Afghanistan, Australia, China, Cuba, France, Germany, Indonesia, Japan, Mexico, Myanmar, Pakistan, Phillipines, Qatar, Russian Federation, Saudi Arabia, Somalia, South Africa, South Korea, United Kingdom, dan United States of America.

Adapun pemenang pemenang SDC pada tahun 2019 yaitu : Best paper diraih oleh delegasi Indonesia ( Intan Rodiah Gusman dan Dwi Fajarwati), Best Costume diraih oleh delegasi Saudi Arabia (Abdul Malik Nasution dan Dessi Lestari), Best Delegate diraih oleh delegasi South Korea ( Ade Arya Yunissa dan  Lukita Perwita Sari ), Best Speaker diraih oleh delegasi Qatar ( Habib Alfarisi ), dan yang terakhir The most outstanding person diraih oleh delegasi Australia ( Dian Syahputra ).

Kemudian pada tanggal 21 Juli 2019, Mahasiswa HI mengikuti acara Table Manner di Hotel Emerald Garden. Di acara table manner para mahasiwa HI dilatih cara makan yang baik dan benar,  Juga diajarkan adab ketika makan. Sehingga para mahasiswa HI memiliki bekal saat memasuki dunia kerja nanti, seperti  menjadi seorang diplomat dan pekerjaan yang berkaitan dengan skala internasional.

tablemenner2

Author : Melda Alani Sitompul (KOMAHI)

PENANDATANGANAN MOU ANTARA FAKULTAS ILMU POLITIK DAN KEPENDIDIKAN UPU DENGAN YAGASU

YAGASU merupakan sebuah NGO (Non Government Organitation) atau Organisasi Non Pemerintah yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat dalam menangani masalah yang timbul di dalam masyarakat. YAGASU sendiri merupakan istilah dari Yayasan Gajah Sumatera, hal ini didasarkan karena pada awal berdirinya YAGASU menangani masalah tentang kesehatan gajah serta meredam konflik yang terjadi antara manusia dengan gajah.

Saat ini YAGASU masih tetap eksis dalam penanganan masalah yang terjadi pada masyarakat, tantangan YAGASU saat ini adalah  Konservasi hutan mangrove di kawasan pesisir. Saat ini isu terhadap keamanan manusia sangat sensitif dan harus selalu di jaga. YAGASU merupakan sebuah program yang sangat baik dalam menanggapi isu keamanan masyarakat saat ini, dengan berbagai kegiatan dan secara langsung terlibat ke lapangan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan dan memberikan solusi kepada masyarakat mengenai masalah sosial yang tengah berlangsung. YAGASU telah memiliki 120 desa binaan untuk konservasi mangrove dan telah merestorasi (rehab) 96.000 H mangrove serta memproteksi 25.000 H mangrove. YAGASU memiliki sekolah bagi anak pesisir dan telah memberdayakan masyarakat dengan mengolah berbagai makanan dari mangrove.

Fakultas Ilmu Politik dan Kependidikan melakukan kerjasama dengan YAGASU untuk tujuan dapat melaksanakan program pembelajaran yang tidak hanya mengenai teori namun dapat direalisasikan dalam bentuk proses terjun langsung ke lapangan, hal ini sesuai dengan profil lulusan Hubungan Internasional yang tidak hanya bekerja sebagai Diplomat namun dapat bekerja di NGO dan instansi negara lain yang berhubungan dengan minat dan bakat mahasiswa. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap ekosistem alam, tanggap akan masalah sosial di masyarakat, memiliki rasa kesadaran diri sebagai mahasiswa dengan mengabdi kepada masyarakat, membantu terciptanya pengetahuan dan rasa sosial yang tinggi.

Author: Aulia dan Amanda (PersMa)

PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIV. POTENSI UTAMA MEDAN MENGIRIM DELEGASI NYA PADA ACARA KONVENSI NASIONAL ASSOSIASI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL SE-INDONESIA (AIHII) KE VII 2017

[cs_image CS_SC_IMAGE column_size=”1/1″ image_style=”simple” cs_image_url=”https://potensi-utama.ac.id/storage/2017/09/New-Picture.png” cs_image_url50977=”Browse”][/cs_image]Kegiatan ini mempunyai tiga rangkaian acara, acara yang pertama adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah yang di adakan pada tanggal 28 April 2017. Acara ini di ikuti oleh beberapa sekolah yang mengirimkan masing-masing 1 tim (3 orang) dari 1 sekolah.
Lalu acara yang kedua adalah adalah Tes Kepribadian untuk siswa/i yang dimana para dosen Prodi Psikologi yang menjadi konselornya, untuk membuka cakrawala siswa/i agar lebih mengetahui minat dan bakatnya dari sejak dini.

Acara yang ketiga adalah Seminar Edukasi yang menghadirkan tiga orang pembicara sebagai narasumber, yaitu H. Zuraidah, M.Psi dari Jurusan Psikologi Universitas Potensi Utama, Muh. Novan Prasetya, M.H.I dari jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Potensi Utama dan Latifa Hanim Lubis, S.Psi dari PKBI SUMUT. Dalam acara seminar ini di rangkaikan dengan penyerahan hadiah Juara 1 dan 2 lomba karya tulis ilmiah Ilmu Hubungan Internasional serta juara 1 lomba cerdas cermat dan lomba debat Psikologi.
Narasumber pertama, H. Zuraidah, M.Psi, mengangkat topik “Peran Media Sosial di Kalangan Remaja” Seminarnya membahas bagaimana sebaiknya remaja menggunakan media sosial dengan bijak baik dari segi pendidikan, spritual bahkan kehidupan sehari-hari. Narasumber kedua, Muh. Novan Prasetya, M.H.I mengangkat tema “Social Media Abuse, Case Study = Human Trafficking”, dalam seminarnya bapak Novan mencoba membuka cakrawala siswa/i bahwa saat ini di dunia modern ada kejahatan atau penjajahan model baru yang di sebut human trafficking (perdagangan manusia) yang mungkin masih asing di telinga masyarakat. Dalam materi tersebut dipaparkan data-data tentang jelasnya ancaman human trafficking ini dan terkhusus di Indonesia yang menjadi negara kedua di dunia yang paling banyak terdapat kasus human trafficking. Selanjutnya sebagai pembicara ketiga, Latifa Hanim Lubis, S.Psi, dalam materinya “The Power of Social Media” mengupas tuntas tentang bagaimana kekuatan dari media sosial yang dapat mengubah kehidupan seseorang dan beliau membahas beberapa kasus nyata yang ditangani oleh PKBI SUMUT dalam hal prostitusi melalui media sosial yang benar-benar terjadi di sekitar kita.
[cs_image CS_SC_IMAGE column_size=”1/1″ image_style=”modern” cs_image_url=”https://potensi-utama.ac.id/storage/2017/09/New-Picture-1.png” cs_image_url353563=”Browse”][/cs_image]

Dosen HI UPU Raih Prestasi Internasional

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Potensi Utama, melalui prodi Ilmu Hubungan Internasional. Ibnu Zhulian, M.H.I. dosen tetap di HI UPU, terpilih dan menjadi satu-satunya perwakilan perguruan tinggi di SUMUT pada acara Mahathir Global Peace School (MGPS) ke-5 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Mengusung tema Peace and Inter-Religious Dialogue in Worldwide Education, Program MGPS ke-5 ini secara ekslusif hanya diikuti 36 peserta terpilih dari 11 negara. Peserta terpilih datang dari beragam latar belakang dan kalangan seperti aktivis perdamaian dan sosial, jurnalis, Non Government Organization (NGO), dan akademisi.

Terpilihnya Ibnu menjadi wakil SUMUT ini setelah makalahnya yang berjudul The role of Global Labor Movement’s facing Violence as Apartheid on Zionist Federation of Palestinian Labor Organization, yang menceritakan tentang pergerakan kaum buruh dunia dengan konsep Boycot, Divestment, Sanction (BDS) Movement terpilih menjadi salah satu makalah terbaik.

Kaprodi HI, Muhammad Novan Prasetya, M.H.I. menjelaskan bahwa “MGPS merupakan program yang bertujuan untuk mempersatukan individu ataupun kelompok yang merasa terpanggil untuk menciptakan perdamaian dan resolusi konflik. Kegiatan dalam program ini dirancang untuk memformulasi langkah strategis untuk menciptakan perdamaian, membangun dan mempererat kerjasama untuk memajukan perdamaian dunia. “

“Selama 10 hari, peserta program berupaya membangun framework tentang perdamaian melalui sejumlah kegiatan seperti kunjungan ke tempat bersejarah, bertemu dan berdialog dengan tokoh agama, dan sesi diskusi dan presentasi bersama sejumlah pembicara Internasional. Di hari terakhir, peserta bertemu langsung dengan keynote speaker yaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad mantan Perdana Menteri Malaysia dan Prof. Dr. H.M Din Syamsudin sebagai aktivis sekaligus mantan ketua PP Muhammadiyah dan sekarang menjabat sebagai Ketua MUI Pusat.” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Kependidikan, Ashari P Swondo,S.Pd.,M.hum menyambut baik dan mengapresiasi pencapaian dan prestasi yang diraih dosennya.

Ia mengatakan, ”terpilihnya Ibnu mengikuti program ini tentu saja berdampak baik bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme dosen ybs. Hal ini juga merupakan bukti bahwa prestasi dosen Prodi Hubungan Internasional UPU telah diakui oleh dunia internasional. Prestasi ini tentu saja dapat menjadi kontribusi positif bagi peningkatan peringkat akreditasi dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap prodi ini, ” tambahnya.